Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

Bekerja, Untuk Apa?

Pertanyaan itu pernah terlintas dipikiran mu? Aku juga! Bukan, bukan bermaksud meremehkan, tapi dengan benar-benar bertanya pada diri sendiri. Kamu tahu kan, aku ini perlu sering-sering diingatkan, agar tak salah dalam menentukan arah. " Defining your destiny before beginning a journey ." (Prataphar, S.A.) Aku pernah mengalami beberapa kali gagal dalam tahapan seleksi pekerjaan. Subhanallah, selalu ada hikmah dibaliknya, selalu ada pembelajaran walaupun terkadang pasti ada masa sedihnya, semoga Allah mampukan kita dalam melihat hikmah atas setiap taqdirnya. Pertanyaan saya dijudul tadi, bermaksud untuk bertanya pada diri, untuk apa sih kamu kerja? Apakah untuk mencari rizki? Tapi kan rizki sudah dijamin Allah. Kalau kata Ustadz Salim A. Fillah: " Rizki itu sudah dijamin, jadi tidak perlu dikhawatirkan. Apakah berarti kita tidak perlu bekerja? Ya perlu bekerja! Tapi bekerja kita bukan demi rizki yang sudah Allah jamin, rugi. Tapi untuk yang belum dijamin, unt...

Mendekat pada-Nya

Bismillah, semoga Allah selalu jaga niat-niat baik kita dan dimudahkan-Nya untuk terwujud. Kadang kita (saya) terlalu mengkhawatirkan banyak hal. Padahal kita (saya) harusnya khawatir jika mengkhawatirkan hal-hal yang seharusnya tidak kita (saya) khawatirkan. Astaghfirullaahal'azhiim. Bukankah kita yakin bahwa Allah telah tetapkan rizki kita dan tugas kita hanyalah berusaha dan berdo'a? Yang membedakan adalah cara / usahanya. Dengan cara yang halal / haram, dapatnya ya itu juga, yang berbeda adalah "berkahnya". Dan bukankah itu yang kita harapkan? Berkah dan rahmat-Nya? Keridhaan-Nya? Maka mendekatlah pada-Nya, karena hakikat mencintai berarti ingin selalu mendekat. Kalau mulai menjauh dari Allah, tanyakan pada diri sendiri, apakah benar-benar mencintai atau sebatas ucapan saja? :( Semoga pengharapan ini selalu bertumpu pada Allah, karena apapun ketetapan-Nya adalah yang terbaik untuk kita (saya), menurut-Nya.