Pengalaman Seleksi Substansi Beasiswa LPDP 2016
Assalaamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuuh!
How are you? How's your day going? :D
Belum lama ini, saya dihubungi oleh beberapa orang teman yang nanyain pengalaman saya waktu ikut seleksi substansi LPDP. Naah, saya jadi ingat sebenarnya juga udah mau cerita tentang itu di blog, biar banyak orang yang emang perlu, bisa baca juga.
Changes
Oh ya! Mulai Februari 2017, LPDP mengeluarkan peraturan baru mengenai penerimaan beasiswa LPDP. Mulai dari waktu pelaksanaan, yang sebelumnya 4 kali (4 batch) dalam setahun menjadi 1 kali saja. Lalu perubahan pada universitas tujuan studi (ada tambahan dan pengurangan pilihan universitas di beberapa negara), serta TOEFL ITP yang tidak berlaku lagi bagi pendaftar beasiswa tujuan Luar Negeri (sekarang LPDP mensyaratkan TOEFL iBT/IELTS/TOEIC saja). Dan kabar gembiranya, sekarang LPDP memberi kesempatan 3 kali untuk mengikuti seleksi hingga seleksi substansi. Namun, penerima beasiswa LPDP tahun 2017, baru bisa memulai perkuliahan di tahun 2018. Buat lebih lengkapnya teman-teman bisa baca user manual, booklet, maupun daftar perguruan tinggi di website beasiswa LPDP.
Tapi teman-teman jangan cemas, kabarnya LPDP menargetkan lebih banyak lagi penerima beasiswa dari tahun-tahun sebelumnya. Karena tugas kita hanya berusaha, berdoa, dan tawakkal. Rezeki tidak akan tertukar, insyaAllah ^^
My Experience
Semua
yang saya tulis disini, murni pengalaman saya dan dari perspektif saya
pribadi. Tiap orang yang pernah mengikuti seleksi beasiswa LPDP, saya rasa bakalan
mengalami cerita yang berbeda. Jadi, semoga tulisan saya ini bisa
menjadi tambahan referensi dan gambaran untuk teman-teman yang akan
melalui seleksi substansi beasiswa LPDP ya. Dan semoga tidak jauh berbeda dengan seleksi substansi tahun 2017 ini ^^
Sedikit gambaran, seleksi substansi beasiswa LPDP terdiri dari serangkaian seleksi, yaitu Essay On The Spot, Leaderless Group Discussion (LGD), dan Wawancara. Essay On The Spot adalah berupa menulis essay dalam bahasa Indonesia bagi program DN dan dalam bahasa Inggris bagi program LN. Topik untuk essay diberikan pada saat itu juga dan biasanya berupa 2 pilihan topik yang berkisar tentang Indonesia, bisa perekonomian, pendidikan, kesehatan, penduduk, atau lainnya. Peserta diberi waktu 30 menit untuk menulis essay tersebut. Leaderless Group Discussion (LGD), pada seleksi ini peserta dikelompokkan menjadi sekitar 10 orang per kelompok sesuai program DN dan LN. Tiap kelompok akan diminta masuk pada ruangan yang telah ditentukan berdasarkan jadwal dan kelompok. Diskusi dilakukan pada meja bundar, dan dalam ruangan tersebut terdapat 2 orang (sepertinya psikolog) yang memberikan instruksi lalu memperhatikan jalannya diskusi tanpa ikut di dalamnya. Sebelum LGD dimulai, tiap peserta akan diberi selembar kertas berisi artikel mengenai suatu berita (seputar Indonesia, seperti topik essay on the spot), lalu barulah diskusi dimulai dan diberi waktu sekitar 30 menit. Seleksi yang terakhir adalah Wawancara. Sebelum wawancara, biasanya peserta akan dipanggil untuk melakukan verifikasi data oleh panitia. Pewawancara (interviewer) biasanya terdiri dari 3 orang, yang terdiri dari 2 orang akademisi dan 1 orang psikolog. Durasi wawancara tiap peserta berbeda-beda.
Seperti yang sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya, saya ikut seleksi beasiswa LPDP sebanyak 2 kali. Kali pertama, saya mendaftar beasiswa LPDP batch 1 tahun 2016 yang hasilnya adalah tidak lulus, sedangkan kali kedua yaitu batch 2 tahun 2016 dan alhamdulillah lulus.
Pertama
Malam itu saya mendapatkan email yang menyatakan saya lulus seleksi administrasi beasiswa LPDP. Beberapa hari kemudian saya mendapat jadwal seleksi berikutnya yaitu seleksi substansi yang hanya berselang sekitar satu minggu dari hari itu. Lokasinya adalah di kampus STAN Bintaro, Jakarta. Jadilah saya berangkat ke Jakarta H-3 dari jadwal seleksi. Jadwal seleksi substansi yang diberitahu adalah 3 hari, namun kemungkinannya kita akan menjalani seleksi substansi hanya 1-2 hari diantara 3 hari tersebut. Pada H-1, saya mendapat email jadwal seleksi saya yaitu wawancara pada hari pertama, sedangkan essay on the spot dan LGD pada hari kedua.
Hari pertama, saya berangkat sekitar jam 8 pagi. Syukurnya, saya dapat berjalan dari tempat saya menginap (kosan teman, seorang mahasiswi STAN) ke lokasi seleksi. Setiba di lokasi, saya mengisi presensi dan menunggu dipanggil untuk verifikasi data. Sekitar jam 11.00 saya dipanggil untuk verifikasi data, yaitu pengecekan dokumen-dokumen yang digunakan untuk mendaftar sebelumnya, seperti SKCK, ijazah, surat rekomendasi, sertifikat TOEFL, dan lainnya. Setelah selesai, saya menunggu giliran untuk diwawancara. Selagi menunggu, saya berkenalan dengan teman-teman di sekitar dan sedikit berbincang. Ternyata, teman yang saya ajak ngobrol ini mendapat jadwal essay on the spot dan LGD tadi paginya, jadi saya mendapat bocoran topik yang keluar, walaupun pilihan topik yang mungkin keluar sangat banyak, namun lumayan lah untuk referensi :D
Saya mendapat jadwal wawancara jam 13.30, namun seingat saya baru dipanggil sekitar jam 14.00 WIB. Setelah dipanggil, peserta akan disilahkan masuk ke dalam aula. Di dalam aula terdapat sekitar dua puluhan set meja dan kursi beserta 3 orang interviewer yang duduk berjejer. Didepan mereka, dipisahkan oleh meja, terdapat 1 kursi untuk peserta seleksi. Tiap peserta seleksi selesai diwawancara, maka akan langsung dilanjutkan dengan peserta berikutnya yang telah dipanggil, sesuai dengan nomor meja yang terdapat di jadwal.
Pengalaman saya ketika wawancara yang pertama kali ini, ketika interviewer pertama yang menanyakan seputar pendidikan saya selama S1, skripsi yang saya buat, rencana penelitian tesis nanti, dan beberapa pertanyaan terkait akademik, saya cukup yakin dapat menjawab dengan memuaskan. Namun, ketika Ibu Psikolog mulai bicara dan meragukan saya dengan pertanyaan beliau, saya akui bahwa saya sedikit berkaca-kaca (saya tidak ingat persis kalimatnya). Ketika interviewer ketiga bertanya, kembali sekitar akademik, rencana setelah lulus, pekerjaan dan kemungkinan tempat saya bekerja, saya tidak terlalu fokus menjawab, tapi tetap mencoba untuk menjawab sebaik mungkin. Di akhir, salah seorang interviewer sempat bilang "sukses ya dengan penelitiannya". Seolah memberi angin segar, namun keraguan di waktu yang sama (hehe).
Keesokan harinya, jam 07.30 saya sudah berada di lokasi seleksi, mengisi presensi, lalu duduk menunggu dipanggil untuk seleksi essay on the spot jam 08.00 WIB. Tepat jam 8 pagi, sekitar 30 orang masuk dalam suatu ruangan untuk mengikuti seleksi essay on the spot. Peserta dapat memilih 1 dari 2 pilihan topik yang diberikan, biasanya mengenai berita terhangat di Indonesia (saya lupa dapat tema apa). Setelah selesai essay on the spot, akan dilanjutkan dengan LGD.
Saya berdiri di depan ruangan dengan tulisan huruf A di pintunya. Di sekitar saya berdiri beberapa orang yang sepertinya menunggu untuk LGD juga. Kami mulai berkenalan dan sedikit berbincang. Tak lama kemudian, kami disilahkan masuk ke dalam ruangan dan duduk sesuai dengan instruksi dari 2 orang pengawas yang ada di ruangan tersebut. Kami diberikan 1 lembar artikel mengenai Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan diberi waktu 5 menit sebelum diskusi dimulai. Satu orang teman sekelompok saya berinisiatif untuk memulai pembicaraan, serta menanyakan teman-teman yang bersedia untuk menjadi moderator dan notulen. Pada diskusi ini, saya hanya bicara 2 kali yang menurut saya biasa saja dan tidak terlalu memberi impact (nyadar, hehe).
Selesai lah seleksi substansi beasiswa LPDP saya yang pertama. Sekitar sebulan setelah seleksi, saya mendapat email yang menyatakan bahwa saya tidak lolos seleksi substansi.
Oya, setelah LGD selesai, kami sekelompok tukeran nomor handphone dan membuat grup WA. Nah, ketika pengumuman hasil seleksi substansi, grup WA kelompok ini langsung saling memberi selamat bagi yang lulus dan berbagi semangat bagi yang belum lulus. Salah seorang teman saya bilang "Coba lagi aja mba. Ini saya juga lulus di tes ke-2. Yang pertama kemarin gak lulus. Semangat mba". Kira2 begitu kalimatnya.
Kedua
Tidak lulus di kesempatan pertama, sedih juga sih tapi ya mau gimana lagi. Saya ingin coba sekali lagi, kesempatan terakhir karna LPDP cuma ngasih kesempatan 2 kali pada tahun kemarin. Tapi, kalau saya tes lagi, berarti persiapannya harus lebih matang, harus introspeksi dulu, analisis dulu kesalahan saya pas seleksi kemarin.
Saya sempat ragu beberapa waktu, istikharah dulu, tanya pendapat orang tua, teman-teman. Dan entah bagaimana, mengalir begitu saja. Selagi mempersiapkan diri untuk submit beasiswa LPDP batch 2 tahun 2016, saya mendaftar di beberapa lowongan pekerjaan tapi masih belum jebol, hiks.
Mulai nanya-nanya teman-teman yang pernah gak lolos beasiswa LPDP, minta saran, kritik dan rekomendasi dari sana-sini. Akhirnya saya bisa menemukan banyaaak kesalahan dan kelemahan di seleksi pertama.
Saya mulai mengedit essay saya, memperbaiki dan membaca berulang kali, tiap kali dibaca ada aja kurangnya :'D Terus, syarat-syarat lain ada beberapa juga yang saya perbarui, seperti Surat Keterangan Berbadan Sehat dan Bebas Narkoba. Akhirnya di hari terakhir batas buat batch 2 tahun 2016, saya submit untuk seleksi beasiswa LPDP sekali lagi.
Alhamdulillaah, saya lulus seleksi administrasi lagi, alurnya hampir sama dengan tes pertama. Saya ambil lokasi seleksi substansi di Jakarta - Kampus STAN Bintaro, masih nginep di kosan teman yang sama (makasi maknae :D).
Bedanya, di tes kedua ini saya dapet jackpot seleksi nya semuanya di 1 hari yang sama.. Bahagianya karna bakal cepet selesai, tapi cemasnya karna grogi..wkwk
Bedanya dari seleksi pertama, interviewer-nya lebih ramah, baik yang dari akademisi maupun psikolog yang tidak menyudutkan sama sekali. Saya pun jadi lebih luwes menjawab tanpa beban.
Terakhir si Bapak A sempet bilang "Nanti apapun hasilnya dan apapun yang kamu jalani, saya doakan semoga sukses" (kira-kira gitu kalimatnya, Bapaknya baik banget :") Walaupun kalimatnya jadi ambigu, kok kayak bakal gak dilulusin, tapi udah pasrah bener..hehe)
>>Perjuangan masih panjang<<
>>Lagi galau mikirin proposal tesis..hehe<<
Saya sempat ragu beberapa waktu, istikharah dulu, tanya pendapat orang tua, teman-teman. Dan entah bagaimana, mengalir begitu saja. Selagi mempersiapkan diri untuk submit beasiswa LPDP batch 2 tahun 2016, saya mendaftar di beberapa lowongan pekerjaan tapi masih belum jebol, hiks.
Mulai nanya-nanya teman-teman yang pernah gak lolos beasiswa LPDP, minta saran, kritik dan rekomendasi dari sana-sini. Akhirnya saya bisa menemukan banyaaak kesalahan dan kelemahan di seleksi pertama.
Saya mulai mengedit essay saya, memperbaiki dan membaca berulang kali, tiap kali dibaca ada aja kurangnya :'D Terus, syarat-syarat lain ada beberapa juga yang saya perbarui, seperti Surat Keterangan Berbadan Sehat dan Bebas Narkoba. Akhirnya di hari terakhir batas buat batch 2 tahun 2016, saya submit untuk seleksi beasiswa LPDP sekali lagi.
Alhamdulillaah, saya lulus seleksi administrasi lagi, alurnya hampir sama dengan tes pertama. Saya ambil lokasi seleksi substansi di Jakarta - Kampus STAN Bintaro, masih nginep di kosan teman yang sama (makasi maknae :D).
Bedanya, di tes kedua ini saya dapet jackpot seleksi nya semuanya di 1 hari yang sama.. Bahagianya karna bakal cepet selesai, tapi cemasnya karna grogi..wkwk
Essay On The Spot (2)
Di bagian essay on the spot, saya kali ini dapet pilihan tema tentang "reklamasi menguntungkan/merugikan bagi nelayan" dan "Ujian Nasional sebagai indikator keberhasilan pendidikan". Saya pilih yang kedua, tentang UN. Sebelum nulis, saya mikir dulu agak 5 menit apa yang mau ditulis dari pada coret sana-sini. Setelah itu saya tulis hingga waktu selesai dalam 30 menit. Saya cuma nulis 1 halaman, liat kanan kiri, kok pada nulis banyak ya? Tapi ya sudahlah, hehe.
Bedanya dari seleksi sebelumnya, saya mencoba menulis lebih terstruktur, memaparkan kelebihan dan kekurangan, mencoba menarik kesimpulan dan menambahkan kalimat berupa saran atau hal yang mungkin dilakukan dan solutif (instead of menyalahkan sistem maupun pemerintah, which is yang saya tulis di seleksi pertama :p). (tapi gak tau ya hasil tulisannya, saya kan mencoba) :'D
Bedanya dari seleksi sebelumnya, saya mencoba menulis lebih terstruktur, memaparkan kelebihan dan kekurangan, mencoba menarik kesimpulan dan menambahkan kalimat berupa saran atau hal yang mungkin dilakukan dan solutif (instead of menyalahkan sistem maupun pemerintah, which is yang saya tulis di seleksi pertama :p). (tapi gak tau ya hasil tulisannya, saya kan mencoba) :'D
Leaderless Group Discussion (2)
Seperti di seleksi sebelumnya, LGD dimulai tepat setelah Essay On The Spot. Jadi, mungkin karna saya sudah pernah ikut seleksi sebelumnya, jadi lebih rileks aja. Kelompok saya dapat tema tentang kenaikan tarif BPJS Kesehatan. Ya Allah, alhamdulillaah gawe-an anak kesmas banget :') (sedikit banyak tau lah, karna pernah gak lolos disini juga *eh) Pas persiapan saya juga sempat nanya-nanya teman anak jurusan ilmu politik soal topik dan isu terhangat Indonesia belakangan dan sangat membantu loh ini! :D
Bedanya dari seleksi sebelumnya? Saya berinisiatif buat jadi moderator di awal diskusi, yang tugasnya mempersilahkan yang mau ngomong, time keeper, sekalian ikut diskusi juga. Dan 2 kali tes, saya menyadari bahwa, menyalahkan tidak ada gunanya. Tujuan diskusi sebenernya lebih ke ide-ide solutif. Tidak perlu banyak ngomong walaupun kita tau banyak, dan jangan terlalu pendiam, yang sedang-sedang saja~ Alhamdulillah berjalan lancar dan selesai.
Wawancara (2)
Jeng jeng jeng jeng... Tahapan seleksi yang paling mendebarkan datang juga. Setelah paginya saya selesai Essay On The Spot dan LGD, siangnya langsung wawancara. Kali ini saya berhadapan dengan 2 orang Bapak akademisi, satu Bapak dari FKM Unair (kita panggil saja Bapak A), satunya lagi dari FKM UI (kita panggil saja Bapak B), dan 1 orang Ibu psikolog (kita panggil saja Ibu C).
Perbincangan dimulai oleh Bapak B, beliau bertanya kenapa saya memilih jurusan tujuan, apa rencana penelitian saya nanti, apa tujuan saya setelah kuliah S2, dan beberapa pertanyaan lain. Selanjutnya Bapak A yang duduk ditengah meminta saya memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris, menanyakan kegiatan apa saja yang saya lakukan mulai dari lulus kuliah hingga hari itu, apa kontribusi saya nanti ketika sudah lulus kuliah, dimana akan bekerja, dan lainnya termasuk apa saya punya pacar dan rencana menikah (haha, ini serius). Selanjutnya terakhir giliran Ibu C bertanya tentang keluarga saya, pekerjaan orang tua, bagaimana orang tua mendidik selama ini, bagaimana hubungan dengan saudara, dan bagaimana saya mengekspresikan kemarahan, dan berbagai pertanyaan terkait penilaian kepribadian (sepertinya).
Bedanya dari seleksi pertama, interviewer-nya lebih ramah, baik yang dari akademisi maupun psikolog yang tidak menyudutkan sama sekali. Saya pun jadi lebih luwes menjawab tanpa beban.
Terakhir si Bapak A sempet bilang "Nanti apapun hasilnya dan apapun yang kamu jalani, saya doakan semoga sukses" (kira-kira gitu kalimatnya, Bapaknya baik banget :") Walaupun kalimatnya jadi ambigu, kok kayak bakal gak dilulusin, tapi udah pasrah bener..hehe)
Lulus
Beberapa minggu setelahnya, pas di bulan Ramadhan, saya dapat email yang menyatakan saya lulus beasiswa LPDP batch 2 tahun 2016. Alhamdulillaah, Allah knows the best for us :')
Lessons
Jadi ketika udah lulus beasiswa ini, saya sempet japri satu persatu temen-temen dan orang-orang yang bantuin saya waktu persiapan seleksi yang kedua ini. Yang paling berkesan adalah ada satu orang yang bilang kira-kira gini kalimatnya "Iya sama-sama, selamat ya. Kamu juga berarti harus nolong orang lain, gak boleh dinikmatin sendiri. Kamu harus nolong lebih banyak orang lain untuk bisa mendapatkan apa yang kamu dapat sekarang." (eh kemaren itu kalimatnya lebih kece, tapi chat nya ilang euy pas Line lagi error -..-)
Yah kira-kira kaya gitu lah, jadilah saya nulis blog sebagai salah satu bentuk saya pengen nolong temen-temen yang cari info. Semoga sedikit-banyaknya bisa bantu. Selain itu teman-teman yang nanya-nanya buat program Dalam Negeri insyaAllah saya bantu jawab, minta tolong bacain essay juga semampu saya :)
Selain itu, saya juga ceritain perjuangan saya selama jadi job-seeker dan scholarship-hunter bukan mau sombong atau mau bilang "susah loh dapetinnya". Tapi yang mau saya highlight sebenernya adalah sesusah apapun perjuangan kita, berapa kalipun kita gagal, yang penting tetep usaha, doa, tawakkal, insyaAllah bakal dikasih yang terbaik sama Allah. Kalaupun pada akhirnya bukan yang kita inginkan, tapi yang pasti adalah yang terbaik menurut Allah, insyaAllah. ^^
Sampai jumpa di postingan berikutnya temen-temen!
insyaAllah bakalan cerita tentang PK (Persiapan Keberangkatan) dan kegiatan selama di kampus.
Semoga bermanfaat :)
>>Perjuangan masih panjang<<
>>Lagi galau mikirin proposal tesis..hehe<<
Aku tidak sebaik yang kutulis
Tidak usah dipuji, doakan saja semoga istiqamah~
Assalamualikum, bisa kasih saran gimana menentukan kalimat diawal essay on the spot mbk?
BalasHapusWa'alaikumsalam..boleh mba, via email saja ya.. silahkan hubungi saya melalui: arinilhaq.z@gmail.com :)
HapusTerima kasih sudah berbagi pengalaman.
BalasHapusSama2, semoga bermanfaat..
HapusAssalamu'alaikum.. boleh saya tanya2 masalah lpdp mbak? Saya sudah gagal sekali di tahun ini.. mungkin bisa kasih saran buat saya,, terimakasih..
BalasHapusWa'alaikumsalam.. Boleh mba/mas, silahkan.. bisa hubungi saya via email arinilhaq.z@gmail.com
HapusSemoga bisa membantu :)
assalamualaikum mbak, kmren waktu submitnya pake toefl atau IELST ya mbak??? besok bantuin review essay saya ya mbak :D, salam kenal dari jambi
BalasHapusSalam kenal juga mba metha :)
HapusKemarin itu saya pake TOEFL ITP..
Boleh mba :)
Assalamualaikum mbak, saya mau tanya2 masalah lpdp. saya boleh langsung hubungi mbak via email ya ? terima kasih sebelumnya
BalasHapusWa'alaikumsalam, mas/mba
Hapusmaaf, sudah lama saya gak cek blog. kalau masih diperlukan, silahkan hubungi saya via email ya :)