Bumi Allah: Bukittinggi
Lahir dan tumbuh di Bukittinggi, membuatku punya terlalu banyak kenangan disini, jadi bingung mau cerita yang mana, haha.
Bukittinggi bagiku adalah "rumah", tempat kembali setelah merantau (walaupun gak terlalu jauh, hehe). Sewaktu kuliah S1 di Padang, aku lumayan rajin ikut organisasi dan kepanitiaan, jadinya weekend sering di Padang, kadang pulang ke Bukittinggi sekali 2 minggu, kadang sekali 1 bulan, kapan bisanya. Ketika rantau dipajauah (merantau lebih jauh), kuliah S2 di Depok, aku pulang ke Bukittinggi dua kali setahun, tergantung liburan semester. Nah, pas udah kerja di Padang sekarang malah hampir tiap minggu pulang ke Bukittinggi, hihi.
Bukittinggi, kota yang sejuk (walaupun tidak sesejuk dulu lagi), dikelilingi oleh Kabupaten Agam. Dan yang paling terkenal di Bukittinggi adalah "Jam Gadang", landmark nya Bukittinggi, nggak lupa kuliner dan belanja-belanjanya yang murah.
Bukittinggi, adalah kota kecil dan hampir setiap sudutnya dilewati oleh angkutan kota (angkot). Jadi kalau kemana-mana saya naik angkot, mungkin karna itu tidak ada motivasi untuk bisa bawa kendaraan (haha, alasan!).
Dari dulu, aku selalu menikmati jalan pagi ataupun jalan sore di Bukittinggi, karena memang kotanya kecil, jaraknya bisa dibilang dekat-dekat, dari rumah ke pasar, ataupun ke Jam Gadang atau "lapangan kantin", lapangan TNI yang sering dimanfaatkan masyarakat untuk jalan santai / jogging disana.
Ketika aku masih SD, didekat sekolahku banyak sawah, biasanya ada kerbau milik petani nongkrong disana sepulang sekolah. Lalu beredar gosip dikalangan anak SD ku, kalau kerbau itu seperti banteng, akan mengejar dan menyeruduk kain berwarna merah (rok SD kan warna merah ya, wkwk). Jadilah setiap sepulang sekolah takut lewat sawah itu, hahaha.
Pas aku di MTs (setara SMP), juga banyak sawah di dekat sekolah, jadi sepulang sekolah aku sering jalan hingga ke rumah yang jaraknya sekitar 3 km. Se-random itu memang.
Tapi sekarang sawah-sawah yang menyejukkan itu sudah menjadi rumah-rumah yang besar dan tinggi :(
Dari lahir hingga MTs kelas 2, aku tinggal dirumah nenek. Tapi setelah itu kami pindah, tapi masih daerah Kota Bukittinggi, tapi berjarak sekitar 5-6 km dari rumah nenek. Mungkin ya, entahlah, aku tidak terlalu pintar menghitung jarak, dan terlalu malas untuk membuka maps untuk memastikannya, hehe.
Saat SMA, aku tidak sesering itu lagi jalan dari sekolah ke rumah, selain jauh dari rumah baru, tapi juga SMA jam pelajarannya lebih padat.
Aku dari SD suka sekali ikut kegiatan-kegiatan sekolah, hingga saat ini terbawa, ikut organisasi dan sejenisnya. Bahkan dari kegiatan-kegiatan ini membawaku ke tempat-tempat maupun kota-kota yang belum pernah didatangi.
Ketika SD, aku ikut pramuka. Aku ingat sekali waktu itu kelas 4 SD dan aku ikut camping pramuka di sebuah SD di Kota Bukittinggi (yang beberapa tahun setelah itu, ternyata aku pindah rumah ke depan SD ini, hehe). Menginap disana selama 3 hari 2 malam.
Malam pertama, aku tidak bisa tidur, maklum anak SD jarang pisah dari orang tua, pertama kali pula ikut camping dan tidur di tenda. Tapi itu seru sekali! Lama aku dan seorang teman tidak bisa tidur, lalu kami menertawai dengkuran teman-teman yang tidur 1 tenda dengan kami (haha, dasar anak SD!).
Hari kedua kami disini, ternyata sorenya hujan lebat hingga kami tidak bisa tidur di tenda lagi dan pindah ke aula sekolah tersebut. Malam itu harusnya adalah malam api unggun, tapi aku malam demam dan tidur, wkwk. Tapi tetap saja, hal itu jadi sebuah kenangan indah masa SD.
Nah, kalau pas MTs, aku ikut paskibra (haha, iya beneran, dulu aku lumayan tinggi dibanding teman-teman tapi habis itu nggak nambah lagi tingginya) dan drumband (tenang, aku nggak bisa main alat musik, cuma megang flag / bendera doang, wkwk).
Pengalaman yang aku ingat adalah ketika pawai 17-an. Drumband sekolah ku waktu itu ikut arak-arakan keliling kota, dan aku seperti biasa aku megang flag. Tapi yang namanya pawai kan rame yang nonton ya, berdirinya mepet-mepet ke jalan. Dan flag yang aku pegang ini panjang gaes, se-tongkat pramuka (if u know). Tiba-tida dijalanan yang sempit dan rame, flag ku 'menyentuh' kepala seorang anak secara tidak sengaja. Anak itu menangis dan aku langsung minta maaf. Tapi tidak lama aku langsung jalan lagi kalau nggak bakal ketinggalan rombongan. Jadi kalau kamu si anak yang waktu itu, maaf ya hehe.
Pas di SMA aku ikut PMR. Tiap upacara berdirinya dibelakang barisan mengedarkan pandangan melihat kalau-kalau ada kaki gontai atau bahkan pingsan buat dibawa ke ruangan PMR. Sewaktu udah jadi senior di PMR, aku ikut yang namanya jurid malam, sejenis kegiatan pengenalan bagi siswa yang baru bergabung di PMR. Dan yang berkesan adalah waktunya malam dan di sekolah. Udah bayangin aja, hehe
Sekian dulu ya beberapa kenangan di Bukittinggi, insyaAllah nanti kita cerita tentang kota-kota lain.
See u again~
Insya Allah
Btw, besok udah mulai puasa Ramadhan insyaAllah. Semoga Allah berikan kesehatan, kelancaran dan kemudahan untuk kita selalu beramal shalih, semaksimal mungkin.. Aamiin allahumma aamiin :)
Bukittinggi, adalah kota kecil dan hampir setiap sudutnya dilewati oleh angkutan kota (angkot). Jadi kalau kemana-mana saya naik angkot, mungkin karna itu tidak ada motivasi untuk bisa bawa kendaraan (haha, alasan!).
Dari dulu, aku selalu menikmati jalan pagi ataupun jalan sore di Bukittinggi, karena memang kotanya kecil, jaraknya bisa dibilang dekat-dekat, dari rumah ke pasar, ataupun ke Jam Gadang atau "lapangan kantin", lapangan TNI yang sering dimanfaatkan masyarakat untuk jalan santai / jogging disana.
Ketika aku masih SD, didekat sekolahku banyak sawah, biasanya ada kerbau milik petani nongkrong disana sepulang sekolah. Lalu beredar gosip dikalangan anak SD ku, kalau kerbau itu seperti banteng, akan mengejar dan menyeruduk kain berwarna merah (rok SD kan warna merah ya, wkwk). Jadilah setiap sepulang sekolah takut lewat sawah itu, hahaha.
Pas aku di MTs (setara SMP), juga banyak sawah di dekat sekolah, jadi sepulang sekolah aku sering jalan hingga ke rumah yang jaraknya sekitar 3 km. Se-random itu memang.
Tapi sekarang sawah-sawah yang menyejukkan itu sudah menjadi rumah-rumah yang besar dan tinggi :(
Dari lahir hingga MTs kelas 2, aku tinggal dirumah nenek. Tapi setelah itu kami pindah, tapi masih daerah Kota Bukittinggi, tapi berjarak sekitar 5-6 km dari rumah nenek. Mungkin ya, entahlah, aku tidak terlalu pintar menghitung jarak, dan terlalu malas untuk membuka maps untuk memastikannya, hehe.
Saat SMA, aku tidak sesering itu lagi jalan dari sekolah ke rumah, selain jauh dari rumah baru, tapi juga SMA jam pelajarannya lebih padat.
Aku dari SD suka sekali ikut kegiatan-kegiatan sekolah, hingga saat ini terbawa, ikut organisasi dan sejenisnya. Bahkan dari kegiatan-kegiatan ini membawaku ke tempat-tempat maupun kota-kota yang belum pernah didatangi.
Ketika SD, aku ikut pramuka. Aku ingat sekali waktu itu kelas 4 SD dan aku ikut camping pramuka di sebuah SD di Kota Bukittinggi (yang beberapa tahun setelah itu, ternyata aku pindah rumah ke depan SD ini, hehe). Menginap disana selama 3 hari 2 malam.
Malam pertama, aku tidak bisa tidur, maklum anak SD jarang pisah dari orang tua, pertama kali pula ikut camping dan tidur di tenda. Tapi itu seru sekali! Lama aku dan seorang teman tidak bisa tidur, lalu kami menertawai dengkuran teman-teman yang tidur 1 tenda dengan kami (haha, dasar anak SD!).
Hari kedua kami disini, ternyata sorenya hujan lebat hingga kami tidak bisa tidur di tenda lagi dan pindah ke aula sekolah tersebut. Malam itu harusnya adalah malam api unggun, tapi aku malam demam dan tidur, wkwk. Tapi tetap saja, hal itu jadi sebuah kenangan indah masa SD.
Nah, kalau pas MTs, aku ikut paskibra (haha, iya beneran, dulu aku lumayan tinggi dibanding teman-teman tapi habis itu nggak nambah lagi tingginya) dan drumband (tenang, aku nggak bisa main alat musik, cuma megang flag / bendera doang, wkwk).
Pengalaman yang aku ingat adalah ketika pawai 17-an. Drumband sekolah ku waktu itu ikut arak-arakan keliling kota, dan aku seperti biasa aku megang flag. Tapi yang namanya pawai kan rame yang nonton ya, berdirinya mepet-mepet ke jalan. Dan flag yang aku pegang ini panjang gaes, se-tongkat pramuka (if u know). Tiba-tida dijalanan yang sempit dan rame, flag ku 'menyentuh' kepala seorang anak secara tidak sengaja. Anak itu menangis dan aku langsung minta maaf. Tapi tidak lama aku langsung jalan lagi kalau nggak bakal ketinggalan rombongan. Jadi kalau kamu si anak yang waktu itu, maaf ya hehe.
Pas di SMA aku ikut PMR. Tiap upacara berdirinya dibelakang barisan mengedarkan pandangan melihat kalau-kalau ada kaki gontai atau bahkan pingsan buat dibawa ke ruangan PMR. Sewaktu udah jadi senior di PMR, aku ikut yang namanya jurid malam, sejenis kegiatan pengenalan bagi siswa yang baru bergabung di PMR. Dan yang berkesan adalah waktunya malam dan di sekolah. Udah bayangin aja, hehe
Sekian dulu ya beberapa kenangan di Bukittinggi, insyaAllah nanti kita cerita tentang kota-kota lain.
See u again~
Insya Allah
Btw, besok udah mulai puasa Ramadhan insyaAllah. Semoga Allah berikan kesehatan, kelancaran dan kemudahan untuk kita selalu beramal shalih, semaksimal mungkin.. Aamiin allahumma aamiin :)
Komentar
Posting Komentar