Random
Senin, 26 Maret 2018
Pagi ini cerah sekali, aku duduk di depan Departemen K3, menunggu waktu mengarah pada jam 10. InsyaAllah hari ini aku seminar proposal. Hal yang ditunggu-tunggu sekaligus dicemaskan. Dalam penantian yang menegangkan ini, pikiranku melayang, lalu tiba-tiba ingat bahwa menulis (literally) benar-benar menulis dengan tangan dapat menstabilkan emosi. Lalu aku menulis ini, tidak tau mau menulis apa, kalau mau nulis buku nikah, belum ada calonnya (krik...krik...). Ya begitulah selera humorku memang receh, tapi di sisi lain berarti aku mudah tertawa karena membaca/mendengar lelucon...haha
Tiba-tiba cahaya matahari agak redup, aku mendongak ke arah langit. Oh, ternyata tertutupi oleh awan yang terlihat rata menutupi langit.
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semuanya sudah ada dalam skenarionya Allah dan Allah sebaik-sebaik perencana, sebaik-baik pengatur.
Ingin ku-ingatkan diriku ini berkali-kali bahwa usaha tanpa do'a itu sombong, dan do'a tanpa usaha itu bohong. Jadi kita butuh keduanya, karena memang tugas kita hanya berusaha dan berdo'a. Hasilnya kita berserah diri / tawakkal pada Allah. La hawla wa la quwwata illa billah.
Oh ya, aku lupa (dan mungkin sering! hiks). Atas semua kecemasanku, alhamdulillah Allah selalu punya cara untuk menenangkan :')
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Teks asli dalam bentuk tulisan tangan, agak (sangat) random.
Diketik agar bisa dibaca lagi nanti dan menjadi pengingat diri ini.
Jalan masih panjang, semoga selalu Allah mampukan, Allah mudahkan :)
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Betewe, semoga saya bisa istiqamah menulis ke depannya (selain tesis) insyaAllah~
Komentar
Posting Komentar