Baitullah
Sebagaimana di haramain,
Kenapa kita tidak bisa 'khawatir' akan banyak hal?
Khawatir wudhu tak sempurna, hingga sangat berhati-hati,
Khawatir terlambat shalat berjama'ah, hingga sejam sebelumnya sudah di masjid,
Khawatir merasa rugi, hingga shalat sunnah rawatib tidak pernah alfa,
Khawatir ibadah tidak diterima, hingga sangat khusyuk berdo'a,
Bukankah Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
Bahwa dimana saja kita berada, kita beribadah pada Allah yang sama.
Duhai diri yang seringkali futur,
Kenapa kita tidak bisa 'khawatir' akan banyak hal?
Khawatir wudhu tak sempurna, hingga sangat berhati-hati,
Khawatir terlambat shalat berjama'ah, hingga sejam sebelumnya sudah di masjid,
Khawatir merasa rugi, hingga shalat sunnah rawatib tidak pernah alfa,
Khawatir ibadah tidak diterima, hingga sangat khusyuk berdo'a,
"Allahumma inni as-aluka ilman naafi'an, wa rizqan thayyiban, wa amalan mutaqabbalaa"
Bukankah Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
Bahwa dimana saja kita berada, kita beribadah pada Allah yang sama.
Duhai diri yang seringkali futur,
Bukan iman yang sedang tinggi, lalu giat beribadah,
Namun, giatkan ibadah agar iman selalu terjaga,
Semoga selalu bersemangat seolah di Baitullah!
Rasanya lucu, belum pernah bertemu tapi sudah rindu
Setelah bersama, masih saja rindu
Dan ketika berpisah, jadi semakin rindu
Masya Allah, ingin kembali bertamu...
Allahummar
zuqna ziyâratal haramayn marratan ba’da marratin li -adâ’i farîdati
nusûkika ya Allâh...
.
Sebuah catatan untuk diri sendiri.
Depok, 18 November 2018
09.47 WIB
Komentar
Posting Komentar