Penyesalan
Siapa dari kita yang tidak pernah menyesal?
Mungkin, kebanyakan orang pernah merasakannya.
Penyesalan, kata orang pasti selalu di akhir, karna kalau di awal namanya pendaftaran (?)
Hehe, krik, nggak, nggak, ini lagi serius.
Saya, sedang melihat sekitar, lalu ingin mengingatkan diri sendiri (lagi) kali ini.
Banyak cara Allah untuk mengajari kita, saya lupa prosesnya. Tapi yang saya yakini saat ini adalah...
Saya termasuk orang yang terlalu banyak pertimbangan ketika mengambil keputusan, entahlah kenapa, mungkin karna diri ini pemikir. Tapi yang selalu saya coba katakan pada diri ini adalah, selalu libatkan Allah dalam setiap keputusanmu, dalam setiap kebutuhanmu, dalam setiap keraguanmu. Jangankan perkara yang sangat penting, bahkan pada perkara yang amat kecil pun.
Maka ketika kita bergantung pada Allah atas setiap apa yang kita hadapi, harusnya tidak ada penyesalan diantara kita.
Ketika keputusan yang kita ambil setelah berdo'a pada-Nya dan musyawarah dengan orang-orang terpercaya, ternyata dipandang sebagai hal yang kurang baik, maka hati ini lebih mudah ber-husnuzhan bahwa Allah simpan hikmah dibaliknya. Karna yang dimata manusia baik, belum tentu baik menurut-Nya, dan sebaliknya bukan?
Mungkin sudah sering kita mendengarkan kisah-kisah diluar sana. Tapi maukah saya ceritakan kisah teman-temanku yang kulihat selama ini?
Pernah satu ketika seorang teman yang saya tahu kepintaran beliau, gagal dalam beasiswa untuk kuliah lanjut dalam 2 kali kesempatan, dan habislah kesempatan beliau untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Lalu beliau memiliki kesibukan lain, dan tidak lama setelahnya saya mendapat kabar bahwa beliau mendapat beasiswa lain yang lebih baik dari beasiswa sebelumnya. MasyaAllah, seolah Allah katakan "you deserve better".
Kisah lain, seorang teman yang tidak lulus di suatu tes seleksi masuk pekerjaan, pandangan manusia? Kebanyakan akan menganggap itu adalah suatu kejadian buruk bukan? Tapi, masyaAllah, Ia tunjukkan lagi bahwa rencana-Nya selalu indah. Setelah tidak lulus di tes tersebut, ia menikah dan ikut suami ke kota lain. MasyaAllah...
Dan masiiih banyak lagi kisah penuh hikmah lainnya disekitar kita, cobalah lihat dan dengarkan sekelilingmu :)
Namun yang perlu kita ingat adalah, seperti kata Ustadz Salim A. Fillah, yang saya pahami, suatu pemberian Allah / keinginan yang tercapai / mimpi yang terwujud, bukan balasan dari amal ibadah kita, karna balasannya nanti di akhirat, namun adalah suatu bentuk ujian versi lain dari-Nya. Ketika hal itu dipandang buruk, apakah kita cukup bersabar? Atau jika hal itu dipandang baik, apakah kita cukup bersyukur?
Bukankah Allah sesuai prasangka hamba-Nya?
Semoga dengan prasangka baik tersebut, menjadi salah satu sebab Allah berikan rahmat-Nya, karna Dia Yang Maha Pengasih, kan. Dengan keyakinan penuh bahwa apapun keputusan kita yang melibatkan Allah, insyaAllah akan selalu ada hikmah didalamnya. Karna kita meminta pada-Nya agar Ia berikan yang terbaik menurut ilmu-Nya. Hingga hati ini lebih lapang dan ridha atas ketetapan-Nya. Bukankah begitu, isi do'a istikharah? :')
Komentar
Posting Komentar