Remedi Diri

Menurut KBBI, 'remedi' artinya adalah perbaikan (dari belajar). Jadi, kalau ngomongin remedi, biasanya yang kebayang itu nggak jauh-jauh dari ujian sekolah atau kuliahan. Ya kan?

Tapi aku sering kepikiran deh, kalau kita kan belajarnya nggak cuma di sekolah atau kuliah, pun kehidupan ini adalah proses belajar yang panjang. Mungkin dalam kehidupan juga ada remedi ya, walaupun nggak literally seperti ujian di sekolah atau kuliah.

Ketika kita dihadapkan pada orang atau situasi yang membuat kita tidak senang, atau mungkin kegagalan, tidak hanya sekali, tapi berulang kali. Kebanyakan kita mungkin berfikir "udah sekian kali ini terjadi padaku, kenapaaa???" (versi agak drama, hehe).

Tapi bener kan? Mungkin dari teman-teman yang baca tulisan ini juga pernah berfikir atau merasa begitu. 

Namun, ketika setelah sekian kali kita menghadapi situasi tersebut dan 'rasa'nya masih sama, pernahkah terlintas bahwa "apakah ini remedi bagiku, ya Allah?"

Kukira, kali kedua dan selanjutnya kejadian tersebut terjadi, itu adalah remedi. Remedi dari tarbiyah Allah, karna mungkin diri ini mendapatkan 'nilai dibawah standar'.

Mungkin aku masih belum bisa merespon situasi tersebut dengan cara dan perasaan yang benar? Mungkin karna itu aku masih butuh 'remedi' ini...

Jika kita analogikan pada remedi di sekolah, sebenarnya guru memberikan kesempatan remedi agar kita dapat memperbaiki nilai sebelumnya bukan? Agar nilai kita dapat lebih baik. Pun dalam prosesnya, ketika kita mengulang-ulang pelajaran untuk menghadapi remedi, insyaAllah akan lebih paham.

Itu baru guru pada murid, apalagi Allah pada hamba-Nya? Allah kasih diri ini kesempatan untuk 'remedi' agar dapat merespon situasi / kejadian / orang dengan lebih baik dan cara yang Ia ridhai insyaAllah. Agar dapat belajar banyak dalam setiap prosesnya, dan agar kita mendapat 'nilai' yang lebih baik disisi-Nya.

Allah selalu memberi kita yang terbaik bukan? Mungkin diri ini saja yang kurang peka atas 'sinyal' cinta-Nya.

Semoga Allah mampukan kita untuk selalu ber-husnuzhan pada-Nya, peka atas tanda-tanda cinta-Nya dan menghadapi segalanya dengan selalu melibatkan Allah, karena bagi-Nya semua mudah bukan :)



Bukittinggi, 6 Juni 2020

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Seleksi Substansi Beasiswa LPDP 2016

PK-76 Argya Pastika

Bumi Allah: Bukittinggi