Postingan

Remedi Diri

Menurut KBBI, 'remedi' artinya adalah perbaikan (dari belajar). Jadi, kalau ngomongin remedi, biasanya yang kebayang itu nggak jauh-jauh dari ujian sekolah atau kuliahan. Ya kan? Tapi aku sering kepikiran deh, kalau kita kan belajarnya nggak cuma di sekolah atau kuliah, pun kehidupan ini adalah proses belajar yang panjang. Mungkin dalam kehidupan juga ada remedi ya, walaupun nggak literally  seperti ujian di sekolah atau kuliah. Ketika kita dihadapkan pada orang atau situasi yang membuat kita tidak senang, atau mungkin kegagalan, tidak hanya sekali, tapi berulang kali. Kebanyakan kita mungkin berfikir "udah sekian kali ini terjadi padaku, kenapaaa???" (versi agak drama, hehe). Tapi bener kan? Mungkin dari teman-teman yang baca tulisan ini juga pernah berfikir atau merasa begitu.  Namun, ketika setelah sekian kali kita menghadapi situasi tersebut dan 'rasa'nya masih sama, pernahkah terlintas bahwa "apakah ini remedi bagiku, ya Allah?" ...

Ifthar yang dirindukan

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh~~ How's your Ramadhan? I wish nothing but the best for you from Allah ^^ Ramadhan gini, jadi ingat kenangan di Ramadhan 2 tahun lalu. Yap, sebenarnya setiap Ramadhan punya kenangan indahnya tersendiri bagiku, tapi masyaAllah 2 tahun lalu adalah pengalaman pertama bagiku, yaitu jadi panitia ifthar (buka puasa) harian di masjid UI.  Awalnya dapat info open recruitment  untuk kepanitian PESIAR, bukan, bukan kapal pesiar kok tapi Pesona Syi'ar Ramadhan, sebuah kepanitiaan yang berisi berbagai divisi untuk kegiatan bermanfa'at selama Ramadhan, seperti kajian rutin, kajian akbar, pesantren Ramadhan, ifthar jama'i, ifthar harian, Qur'an camp, dan berbagai kegiatan seru lainnya di masjid UI. Aku mendaftar untuk di bagian ifthar harian dan alhamdulillah diterima. Beberapa hari sebelum Ramadhan, kami rapat untuk membicarakan rencana kegiatan nantinya untuk divisi ifthar harian. Ternyata beberapa dari panitia di ...

Bumi Allah: Bukittinggi

Lahir dan tumbuh di Bukittinggi, membuatku punya terlalu banyak kenangan disini, jadi bingung mau cerita yang mana, haha. Bukittinggi bagiku adalah "rumah", tempat kembali setelah merantau (walaupun gak terlalu jauh, hehe). Sewaktu kuliah S1 di Padang, aku lumayan rajin ikut organisasi dan kepanitiaan, jadinya weekend sering di Padang, kadang pulang ke Bukittinggi sekali 2 minggu, kadang sekali 1 bulan, kapan bisanya. Ketika rantau dipajauah (merantau lebih jauh), kuliah S2 di Depok, aku pulang ke Bukittinggi dua kali setahun, tergantung liburan semester. Nah, pas udah kerja di Padang sekarang malah hampir tiap minggu pulang ke Bukittinggi, hihi. Bukittinggi, kota yang sejuk (walaupun tidak sesejuk dulu lagi), dikelilingi oleh Kabupaten Agam. Dan yang paling terkenal di Bukittinggi adalah "Jam Gadang", landmark  nya Bukittinggi, nggak lupa kuliner dan belanja-belanjanya yang murah. Bukittinggi, adalah kota kecil dan hampir setiap sudutnya dilewati oleh an...

Mama

Ada masa ketika aku selalu ingin ikut dirimu bekerja, Ada masa ketika aku tidak mau ikut engkau ajak kemana. Ada masa ketika aku tidak mau pergi sekolah kecuali engkau yang mengantar, Ada masa ketika aku tidak mau diantar karena merasa sudah besar. Ada masa ketika apapun yang engkau katakan tidak aku lakukan, Ada masa ketika ingin melakukan apapun pendapatmu selalu kutanyakan. Ada masa ketika aku merasa engkau tidak pernah mengerti aku, Ada masa ketika aku menyadari engkau adalah orang yang paling mengerti aku. Nasihatmu, kesejukan bagiku. Do'amu, mustajab bagiku. Semoga Allah mampukan untuk selalu berbuat baik pada Mama, Dan menjadi salah satu alasan dirimu berada di surga firdaus-Nya. اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

Menjadi, Bukan Mencari

Kenapa begitu sibuk "mencari"? Kenapa tidak berusaha untuk "menjadi"? Ketika berharap untuk mendapatkan sesuatu, pernahkah berfikir bahwa "pantaskah saya mendapatkannya?". Terkhusus untuk urusan jodoh, ketika berharap untuk mendapatkan jodoh yang shalih, memangnya diri ini sudah cukup shalihah? Ketika berharap Allah berikan jodoh seorang hafizh, sudah berapakah hafalanmu? Haha, ini adalah pertanyaan-pertanyaan untuk diri saya sendiri, saya menikmati bertanya pada diri sendiri seperti ini. Mungkin akan lebih mudah daripada didengar dari orang lain.  Namun, perlu di highlight  bahwa semoga tujuan kita ber'amal bukan demi jodoh, semoga semua 'amal ibadah dimulai dengan niat dan bermuara pada Allah. Bahwa seperti kata Ustadz Salim A. Fillah (seperti pada postingan sebelumnya), mendapatkan jodoh yang shalih/ah bukan balasan atas shalih/ah-nya diri, karna balasannya nanti di akhirat kelak. Jodoh yang shalih/ah adalah ujian tahap berikutnya. Jadi,...

Penyesalan

Siapa dari kita yang tidak pernah menyesal?  Mungkin, kebanyakan orang pernah merasakannya.  Penyesalan, kata orang pasti selalu di akhir, karna kalau di awal namanya pendaftaran (?) Hehe, krik, nggak, nggak, ini lagi serius. Saya, sedang melihat sekitar, lalu ingin mengingatkan diri sendiri (lagi) kali ini. Banyak cara Allah untuk mengajari kita, saya lupa prosesnya. Tapi yang saya yakini saat ini adalah... Saya termasuk orang yang terlalu banyak pertimbangan ketika mengambil keputusan, entahlah kenapa, mungkin karna diri ini pemikir. Tapi yang selalu saya coba katakan pada diri ini adalah, selalu libatkan Allah  dalam setiap keputusanmu, dalam setiap kebutuhanmu, dalam setiap keraguanmu. Jangankan perkara yang sangat penting, bahkan pada perkara yang amat kecil pun. Maka ketika kita bergantung pada Allah atas setiap apa yang kita hadapi, harusnya tidak ada penyesalan diantara kita.  Ketika keputusan yang kita ambil setelah berdo'a pad...

Bekerja, Untuk Apa?

Pertanyaan itu pernah terlintas dipikiran mu? Aku juga! Bukan, bukan bermaksud meremehkan, tapi dengan benar-benar bertanya pada diri sendiri. Kamu tahu kan, aku ini perlu sering-sering diingatkan, agar tak salah dalam menentukan arah. " Defining your destiny before beginning a journey ." (Prataphar, S.A.) Aku pernah mengalami beberapa kali gagal dalam tahapan seleksi pekerjaan. Subhanallah, selalu ada hikmah dibaliknya, selalu ada pembelajaran walaupun terkadang pasti ada masa sedihnya, semoga Allah mampukan kita dalam melihat hikmah atas setiap taqdirnya. Pertanyaan saya dijudul tadi, bermaksud untuk bertanya pada diri, untuk apa sih kamu kerja? Apakah untuk mencari rizki? Tapi kan rizki sudah dijamin Allah. Kalau kata Ustadz Salim A. Fillah: " Rizki itu sudah dijamin, jadi tidak perlu dikhawatirkan. Apakah berarti kita tidak perlu bekerja? Ya perlu bekerja! Tapi bekerja kita bukan demi rizki yang sudah Allah jamin, rugi. Tapi untuk yang belum dijamin, unt...